Posted by: imamnuryaman | January 25, 2010

Surah-Surah PILIHAN

Surah ini Menerangkan tentang Sifat-Sifat Orang Munafik….
Sengaja Di Angkat agar Bisa Menasehati Diri ana dan Ikhwan/Akhwat yang Lainnya… Syukran…

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata:” Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah “. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.
QS. al-Munafiqqun (63) : 1

Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.
QS. al-Munafiqqun (63) : 2

Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.
QS. al-Munafiqqun (63) : 3

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?
QS. al-Munafiqqun (63) : 4

Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.
QS. al-Munafiqqun (63) : 5

Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
QS. al-Munafiqqun (63) : 6

Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): “Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah) “. Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.
QS. al-Munafiqqun (63) : 7

Mereka berkata:” Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya “. Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.
QS. al-Munafiqqun (63) : 8

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
QS. al-Munafiqqun (63) : 9

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata:” Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh? “
QS. al-Munafiqqun (63) : 10

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.
QS. al-Munafiqqun (63) : 11

Posted by: imamnuryaman | January 25, 2010

nasehat hati

Terangilah hatimu dengan ajaran agama Tuhanmu.
Ajarkanlah kemalasanmu dengan semangat bekerja.
Tunjukilah harapan cita-citamu dengan penuh keyakinan.
Mari kejarlah cita-citamu, buanglah impian-impian burukmu.
Gerakkanlah langkah kaki dan tanganmu, kerjakanlah apa yang ada di depanmu daripada berangan-angan.
Hilangkanlah rasa jemu semasa mudamu.
Tatap ke depan wahai generasi muda Islam.
Hidup bukan hanya angan-angan, namun sebuah kenyataan.
Maka, kejarlah dengan ilmu.
Lawanlah kejenuhanmu dengan kesabaran dan kebersihan hatimu serta ketulusan ridha yang diutamakan

Posted by: imamnuryaman | January 25, 2010

KISAH PERLAWANAN ANTARA SEORANG LELAKI DAN IBLIS

Suami isteri itu hidup tenteram. Meskipun melarat, mereka taat kepada perintah Allah. Segala yang dilarang Allah dihindari, dan ibadah mereka tekun sekali. Si Suami adalah seorang yang alim yang taqwa dan tawakkal. Tetapi sudah beberapa lama isterinya mengeluh terhadap kemiskinan yang tiada habis-habisnya itu. Ia memaksa suaminya agar mencari jalan keluar. Ia membayangkan alangkah senangnya hidup jika segala-galanya serba cukup.
Pada suatu hari, lelaki yang alim itu berangkat ke ibu kota, ingin mencari pekerjaan. Di tengah perjalanan is melihat sebatang pohon besar yang tengah dikerumuni orang. Ia mendekat. Ternyata orang-orang itu sedang memuja-muja pohon yang konon keramat dan sakti itu. Banyak juga kaum wanita dan pedagang-pedagang yang meminta-minta agar suami mereka setia atau dagangnya laris.

“Ini syirik,” fikir lelaki yang alim tadi. “Ini harus diberantas habis. Masyarakat tidak boleh dibiarkan menyembah serta meminta selain Allah.” Maka pulanglah dia terburu. Isterinya heran, mengapa secepat itu suaminya kembali. Lebih heran lagi waktu dilihatnya si suami mengambil sebilah kapak yang diasahnya tajam. Lantas lelaki alim tadi bergegas keluar. Isterinya bertanya tetapi ia tidak menjawab. Segera dinaiki keledainya dan dipacu cepat-cepat ke pohon itu. Sebelum sampai di tempat pohon itu berdiri, tiba-tiba melompat sesusuk tubuh tinggi besar dan hitam. Dia adalah iblis yang menyerupai sebagi manusia.

“Hai, mau ke mana kamu?” tanya si iblis.
Orang alim tersebut menjawab, “Saya mau menuju ke pohon yang disembah-sembah orang bagaikan menyembah Allah. Saya sudah berjanji kepada Allah akan menebang roboh pohon syirik itu.”
“Kamu tidak ada apa-apa hubungan dengan pohon itu. Yang penting kamu tidak ikut-ikutan syirik seperti mereka. Sudah pulang sahaja.”
“Tidak boleh, kemungkaran mesti diberantas,” jawab si alim bersikap tegas.
“Berhenti, jangan teruskan!” bentak iblis marah.

“Akan saya teruskan!”
Kerana masing-masing tegas pada pendirian, akhirnya terjadilah perkelahian antara orang alim tadi dengan iblis. Kalau melihat perbedaan badannya, seharusnya orang alim itu dengan mudah boleh dibinasakan. Namun ternyata iblis menyerah kalah, meminta-minta ampun. Kemudian dengan berdiri menahan kesakita dia berkata, “Tuan, maafkanlah kekasaran saya. Saya tak akan berani lagi mengganggu tuan. Sekarang pulanglah. Saya berjanji, setiap pagi, apabila Tuan selesai menunaikan sembahyang Subuh, di bawah tikar sembahyang Tuan saya sediakan wang emas empat dinar. Pulang saja berburu, jangan teruskan niat Tuan itu dulu,”

Mendengar janji iblis dengan wang emas empat dinar itu, lunturlah kekerasan tekad si alim tadi. Ia teringatkan isterinya yang hidup berkecukupan. Ia teringat akan saban hari rungutan isterinya. Setiap pagi empat dinar, dalam sebulan saja dia sudah menjadi orang kaya. Mengingat desakan-desakan isterinya itu maka pulanglah dia. Patah niatnya semula yang ingin memberantas kemungkaran.
Demikianlah, semenjak pagi itu isterinya tidak pernah marah lagi. Hari pertama, ketika si alim selesai sembahyang, dibukanya tikar sembahyangnya. Betul di situ tergolek empat benda berkilat, empat dinar uang emas. Dia meloncat riang, isterinya gembira. Begitu juga hari yang kedua. Empat dinar emas. Ketika pada hari yang ketiga, matahari mulai terbit dan dia membuka tikar sembahyang, masih didapatinya wang itu. Tapi pada hari keempat dia mulai kecewa. Di bawah tikar sembahyangnya tidak ada apa-apa lagi keculai tikar pandan yang rapuh. Isterinya mulai marah kerana wang yang kelmarin sudah dihabiskan sama sekali.

Si alim dengan lesu menjawab, “Jangan kuatir, esok barangkali kita bakal dapat delapan dinar sekaligus.”
Keesokkan harinya, harap-harap cemas suami-isteri itu bangun pagi-pagi. Selesai sembahyang dibuka tikar sejadahnya kosong.
“Kurang ajar. Penipu,” teriak si isteri. “Ambil kapak, tebanglah pohon itu.”
“Ya, memang dia telah menipuku. Akan aku habiskan pohon itu semuanya hingga ke ranting dan daun-daunnya,” sahut si alim itu.
Maka segera ia mengeluarkan keldainya. Sambil membawa kapak yang tajam dia memacu keldainya menuju ke arah pohon yang syirik itu. Di tengah jalan iblis yang berbadan tinggi besar tersebut sudah menghalang. Katanya menyorot tajam, “Mahu ke mana kamu?” herdiknya menggegar.

“Mahu menebang pohon,” jawab si alim dengan gagah berani.
“Berhenti, jangan lanjutkan.”
“Bagaimanapun juga tidak boleh, sebelum pohon itu tumbang.”
Maka terjadilah kembali perkelahian yang hebat. Tetapi kali ini bukan iblis yang kalah, tapi si alim yang terkulai. Dalam kesakitan, si alim tadi bertanya penuh hairan, “Dengan kekuatan apa engkau dapat mengalahkan saya, padahal dulu engkau tidak berdaya sama sekali?”
Iblis itu dengan angkuh menjawab, “Tentu saja engkau dahulu bisa menang, kerana waktu itu engkau keluar rumah untuk Allah, demi Allah. Andaikata kukumpulkan seluruh belantaraku menyerangmu sekalipun, aku takkan mampu mengalahkanmu. Sekarang kamu keluar dari rumah hanya kerana tidak ada uang di bawah tikar sejadahmu. Maka biarpun kau keluarkan seluruh kebolehanmu, tidak mungkin kamu mampun menjatuhkan aku. Pulang saja. Kalau tidak, kupatahkan nanti batang lehermu.”

Mendengar penjelasan iblis ini si alim tadi termangu-mangu. Ia merasa bersalah, dan niatnya memang sudah tidak ikhlas kerana Allah lagi. Dengan terhuyung-hayang ia pulang ke rumahnya. Dibatalkan niat semula untuk menebang pohon itu. Ia sedar bahawa perjuangannya yang sekarang adalah tanpa keikhlasan kerana Allah, dan ia sadar perjuangan yang semacam itu tidak akan menghasilkan apa-apa selain dari kesiaan yang berlanjutan . Sebab tujuannya adalah kerana harta benda, mengatasi keutamaan Allah dan agama. Bukankah berarti ia menyalahgunakan agama untuk kepentingan hawa nafsu semata-mata ?

“Barangsiapa di antaramu melihat sesuatu kemungkaran, hendaklah (berusaha) memperbaikinya dengan tangannya (kekuasaan), bila tidak mungkin hendaklah berusaha memperbaikinya dengan lidahnya (nasihat), bila tidak mungkin pula, hendaklah mengingkari dengan hatinya (tinggalkan). Itulah selemah-lemah iman.”
Hadith Riwayat Muslim

Posted by: imamnuryaman | January 25, 2010

Kisah khalifah Umar bin Khattab dan sungai Nil

Pada masa jahiliah, sungai Nil tidak mengalir sehingga setiap tahun dilemparlah tumbal berupa seorang perawan ke dalam sungai tersebut. Ketika Islam datang, sungai Nil yang seharusnya sudah mengalir, ternyata tidak mengalir. Penduduk Mesir kemudian mendatangi ‘Amr bin ‘Ash dan melaporkan bahwa sungai Nil kering sehingga diberi tumbal dengan melempar seorang perawan yang dilengkapi dengan perhiasan dan pakaian terbaiknya. Kemudia ‘Amr bin Ash r.a. berkata kepada mereka, “Sesungguhnya hal ini tidak boleh dilakukan karena Islam telah menghapus tradisi tersebut.” Maka penduduk Mesir bertahan selama 3 bulan dengan tidak mengalirnya sungai Nil, sehingga mereka benar-benar menderita.

‘Amr menulis surat kepada Khalifah ‘Umar bin Khattab untuk menceritakan peristiwa tersebut. Dalam surat jawaban untuk ‘Amr bin ‘Ash, ‘Umar menyatakan, “Engkau benar bahwa Islam telah menghapus tradisi tersebut. Aku mengirim secarik kertas untukmu, lemparkanlah kertas itu ke sungai Nil!” Kemudian ‘Amr membuka kertas tersebut sebelum melemparnya ke sungai Nil. Ternyata kertas tersebut berisi tulisan Khalifah ‘Umar untuk sungai Nil di Mesir yang menyatakan, “Jika kamu mengalir karena dirimu sendiri, maka jangan mengalir. Namun jika Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa yang mengalirkanmu, maka kami mohon kepada Allah yang Maha Esa dan Maha Perkasa untuk membuatmu mengalir.”

Kemudian ‘Amr melempar kertas tersebut ke sungai Nil sebelum kekeringan benar-benar terjadi. Sementara itu penduduk Mesir telah bersiap-siap untuk pindah meninggalkan Mesir. Pagi harinya, ternyata Allah s.w.t telah mengalirkan sungai Nil enam belas hasta dalam satu malam.

Jadi untuk apa mengeramatkan suatu tempat atau benda … karena ada yang lebih berkuasa atas segala sesuatu …. mohonlah kepada-Nya… jangan kepada benda!

Sumber: “Kisah-kisah Karamah Wali Allah”, karangan Yusuf bin Ismail an-Nabhani.

Posted by: imamnuryaman | January 25, 2010

Aleg Hamas : Rencana Israel Hancurkan Al-Aqsha Dalam Tahap Akhir

Anggota parlemen Palestina Sameera Al-Halaika dari blok parlemen Hamas di parlemen Palestina telah memperingatkan pada hari Jumat kemarin (20/11) bahwa skema Israel untuk menghancurkan Masjid al-Aqsha berada dalam tahap akhir, sambil menambahkan bahwa diamnya negara-negara Arab dan umat Muslim telah mengirimkan pesan yang salah kepada IOA.

Dia menyesalkan “kematian hati negara” yang menyelimuti dunia Arab dan dunia Muslim yang secara jelas menunjukkan ketidakpedulian mereka terhadap tempat suci kaum Muslimin tersebut, ia juga menjelaskan bahwa Israel telah menyiapkan program pembersihan secara terorganisir terhadap etnis Arab dan Muslim yang ada di kota Yerusalem yang diduduki dan telah mencapai tahap akhir.

Dalam hal ini, anggota parlemen dari Hamas ini menyerukan negara-negara Arab dan dunia Islam dan para pemimpinnya untuk mengakhiri sikap diam mereka dan mendesak mereka untuk sungguh-sungguh berdiri di samping saudara-saudara Muslim mereka dan warga Arab di Yerusalem yang diduduki.

Menurut Halaika, warga Palestina menghadapi sebuah kanker ganas yang bekerja siang dan malam untuk mengurangi kehadiran warga Palestina di kota Yerusalem baik melalui penghancuran rumah-rumah mereka atau melalui penyitaan dan membatalkan KTP mereka serta berbagai praktek ilegal lain dengan tujuan untuk mengubah demografi kota agar seluruh kota hanya berisi warga yahudi.

Pernyataan Halaika tersebut menyusul setelah Aqsha Foundation untuk peninggalan-peninggalan bersejarah menyebut adanya penggalian komplek Al-aqsha terbaru yang dilakukan zionis Israel, termasuk dua terowongan dan dua lift di dekat bagian barat Masjid untuk menghubungkan gerbang Al-Magharba dengan alun-alun Al-Buraq, sehingga membuat penghancuran terhadap masjid Al-Aqsha menjadi semakin mudah.

Posted by: imamnuryaman | January 4, 2010

Motivasi

“Belajar lbih baik dimulai dari subyek yang membosankan atau yang sulit terlebih dahulu”
Alasannya adalah ketika kita dalam keadaan segar, informasi-informasi yang diperoleh akan lebih cepat diproses sehingga kita bisa menghemat waktu.. Selain itu akan lebih mudah mendapatkan semangat atau motivasi untuk mempelajari hal yang menyenangkan ketika keadaan kita sedang lelah daripada harus mempelajari suatu hal yang sangat membosankan……..

Posted by: imamnuryaman | January 4, 2010

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

« Newer Posts

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.